Pada
hari Kamis tanggal 19 Oktober 2017 kami dikumpulkan di hall masjid SMP Labschol
Jakarta pada pukul 6.45, disana kami diberikan arahan tentang tempat yang akan
kami kunjungi. Kami diberikan arahan berbarengan dengan kakak kelas 9. Pada
kesempatan kali ini, kelas 7 mengunjungi PUSPIPTEK dan TMII (Tamana Mini
Indonesia Indah). Lalu pada pukul 7.15 kami berangkat dari SMP Labschool
Jakarta dipandu oleh wali kelas masing-masing. Perjalanan dari SMP Labschool
menuju PUSPIPTEK kurang lebih memakan waktu sekitar 2 jam.
Kami tiba di PUSPIPTEK pada pukul
9.15 untuk pengondisian siswa, pembukaan, penyambutan dan arahan umum dari
pihak PUSPIPTEK di Gedung Pusat Informasi PUSPIPTEK. Pembukaan singkat
dilakukan oleh pihak Labschool Jakarta dan dilanjutkan oleh pihak PUSPIPTEK.
Lalu, kami diberikan waktu untuk bertanya kepada pihak PUSPIPTEK. Setelah itu,
pihak Labschool dan pihak PUSPIPTEK saling bertukar cinderamata di akhir sesi
pembukaan lalu kami ditayangkan video sigkat mengenai hal-hal umum yang ada di
PUSPIPTEK. Pembukaan serta pengarahan ini berlangsung selama kurang lebih 1
jam. Pembagian laboratorium untuk observari didasarkan oleh kelas. Kelas 7A
melakukan observarsi di P2F-LIPI,
Kelas 7B melakukan observasi di P2K-LIPI, Kelas 7C melakukan observasi di
B2TKE-BPPT, kelas 7D melakukan observasi di Bioteknologi-BPPT dan kelas 7E
melakukan observasi di BT2MP-BPPT serta kelas 7F melakukan observasi di
LAPTIAB-BPPT. Observarsi ini dipandu dan diawasi oleh wali kelas masing-masing
dan satu orang dari pihak PUSPIPTEK, kalau kelas saya, yaitu 7C akan melakukan
observarsi di B2TKE-BPPT yang dipandu oleh Pak Adi selaku wali kelas 7C dan Pak
Ahmad dari pihak PUSPIPTEK. Perjalanan dari Gedung Pusat Informasi PUSPIPTEK menuju
laboratorium memakan waktu sekitar 15 menit menggunakan bus tiap kelas. Di bus,
murid-murid diberikan arahan tentang laboratorium yang kunjungi dan diarahkan
untuk segera memakai jas laboratorium Labschool. Sampailah di B2TKE-BPPT,
perjalanan di laboratorium sudah terbagi antar kelasnya. Jadi, di laboratorium
ini hanya ada murid-murid kelas 7C dan guru yang terkait.
B2TKE-BPPT atau kepanjangannya
Balai Besar Teknologi Konversi Energi – Badan Pengkajian dan Penerapan
Teknologi adalah tempat yang digunakan sebagai tempat pengujian berbagai macam
energi. Dalam observasi kali ini, kelas 7C melakukan pengujian terhadap
perlengkapan rumah tangga, lebih spesifiknya lagi lampu. Di laboratorium
pengujian perlengkapan rumah tangga, kami dipandu oleh Pak Louis. Pak Louis
menjelaskan berbagai macam hal mengenai alat-alat penguji lampu disana. Kami
juga bertanya-jawab dengan Pak Louis mengenai alat-alat di laboratorium
tersebut. Observasi ini memakan waktu kurang lebih 1 jam. Kami melanjutkan
perjalanan menuju TMII (Taman Mini Indonesia Indah) menggunkan bus pada pukul
11.15. Di dalam bus, kami diberikan makan siang berupa KFC. Beberapa dari kami
juga mengganti baju angkatan di dalam bus. Setelah makan, ganti baju, foto-foto
dan merekam perjalanan, sampailah kami di TMII.
Pertama-tama
pada pukul 13.00, kami langsung melaksanakan Shalat Dzuhur di Masjid Diponegoro
TMII. Kegiatan ini kurang lebih memakan waktu sekitar 40 menit. Kami sampai di
Sky World TMII pada pukul 14.00. Disana kami langsung diarahkan untuk menuju
Auditorium Candradimuka dan setelah sampai di auditorium, kami diberikan
pembukaan pendek dan ditayangkan video mengenai luar angkasa. Video ini
berakhir pada pukul 15.00. Setelah video selesai, kami langsung diberikan
kesempatan untuk berobservasi disekitar Sky World. Disana, terdapat berbagai
macam miniatur roket, sejarah tentang antariksa, barang-barang yang terkait
dengan luar angkasa serta simulasi tentang planet-planet beserta astronot.
Lalu, setelah berobservasi keliling, kami diarahkan mengantri untuk menonton 5D
di Sky World. Kalau saya kebagian menonton pada pukul 16.30. 5D ini memakan
waktu kurang lebih 15-20 menit.
Kami langsung diarahkan menuju
suatu studio yang memiliki langit-langit yang cembung keluar. Di tempat ini,
kami dipersilahkan duduk di tempat duduk yang sudah disiapkan. Disana,
ditampilkan suatu video simulasi tentang langit dan luar angkasa pada waktu
itu. Berbagai macam bintang, konstelasi, bulan, planet-planet, matahari dan
asteroid-asteroid yang membuat efek seakan-akan kami yang menonton di studio
berada di tempat pada video itu. Video ini memakan waktu kurang lebih 45 menit.
Kami diberikan arahan untuk berjalan menuju bus. Tetapi, banyak sekali orang
yang mampir membeli mi goreng instan di dekat studio itu. Saya pun membeli.
Lalu, saya dan teman-teman saya langsung diarahkan untuk masuk ke bus. Pada
saat ini, hujan berlangsung dan suasana di sekitar tempat sangatlah padat.
Akhirnya, saya bisa masuk ke dalam bus. Di dalam bus 7C, ternyata ada beberapa
anak dari kelas lain yang tertinggal oleh bus, sehingga terdapat beberapa murid
yang tidak mendapatkan kursinya. Kami semua langsung mempersiapkan diri untuk
Shalat Ashar. Saat sampai di Masjid Diponergoro, kami berlari-lari serta
berhujan-hujanan masuk ke dalam masjid. Yang perempuan pun mengambil wudhu di
luar masjid karena tempat wudhu yang berada di dalam masjid rusak. Akhirnya,
banyak yang berhujan-hujanan mengambil wudhu dan langsung bergegas Shalat Ashar
karena sudah akan tiba Adzan Maghrib. Terdengarnya Adzan Maghrib, kami langsung
melaksanakan Shalat Maghrib berjamaah. Setelah itu, kami kembali ke bus dengan
berbasah-basahan. Masuknya ke bus, bus kami bisa terbilang kotor dan basah
disebabkan oleh hujan dan kondisi yang kurang mengenakan.
Perjalanan pulang kami dimulai
pukul 18.35. Pada perjalanan pulang ini kami bernyanyi-nyanyi dan menemukan
suatu kebahagiaan dalam suatu kondisi yang kurang mengenakan. Walaupun banyak
dari kami yang mengakui bahwa perjalanan ini tidak begitu menyenangkan, tetapi,
sepertinya suatu hal yang dilakukan bersamaan pasti akan membahagiakan.
Apalagi, saat berjalan-jalan dengan teman sekelas. Perjalanan pulang ini
sangatlah menyenangkan. Kami tiba di SMP Labschool Jakarta pada pukul 19.30.
Sampainya di Labschool pun, hujan masih turun. Kami semua turun dari bus dan
segera berlari menuju lobi Labschool. Perjalanan ini sangatlah menyenangkan walaupun
terhambat oleh hujan yang membuat segala hal terlamabat dan tidak sesuai dengan
jadwal.
Dampak Penghapusan Mata Pelajaran TIK di Sekolah
8 November 2017 16:41Diperbarui: 9 November 2017 08:102408016
masalah guru tik
Mata pelajaran TIK (Teknologi Informasi dan
Komunikasi) mulai diperkenalkan sejak adanya kurikulum berbasis
kompetensi (KBK) tahun 2004 atau biasa disebut dengan KTSP, sekitar 2
tahun berikutnya, yaitu 2006, TIK menjadi mata pelajaran tersendiri pada
jenjang pendidikan SD, SMP, dan SMA. Dengan diterapkannya mata
pelajaran TIK sebagai mata pelajaran di sekolah ada beberapa manfaat
yang didapat oleh siswa antara lain; siswa mendapatkan pengetahuan dasar
tentang pengoperasian komputer, siswa tidak lagi mengerjakan tugas
menggunakan mesin ketik, siswa semakin terampil mengoperasikan software
untuk menunjang pelajaran mereka, misalnya persiapan materi presentasi,
mencari informasi /data pendukung ilmu pengetahuan melalui internet
ataupun bertukar informasi secara cepat dan saling berkomunikasi.
Pengetahuan
TIK ini sangat penting sebagai dasar pengembangan siswa dalam
memperdalam pengetahuan TIK di jenjang pendidikan berikutnya ataupun
memacu kreativitas siswa. Hal ini sudah terbukti nyata semenjak ada
pelajaran TIK. Banyak siswa yang menjadi terampil dan mandiri di bidang
TIK setelah mereka belajar TIK. Mereka tidak lagi hanya mencari
informasi tapi juga menciptakan informasi baru di internet.
Saat
ini, kegiatan yang berkaitan dengan TIK berkembang begitu cepat,
seiring dengan perkembangan zaman. Hal itu perlu diimbangi dengan
penguasaan teknologi yang lebih baik dari para generasi muda kita
sebagai tenaga kerja di masa mendatang. TIK memiliki peranan yang
penting dalam kehidupan kini dan di masa depan, karena sebagian besar
bidang pekerjaan baik di industri pabrikan, telekomunikasi ataupun
pemerintahan sudah menggunakan TIK sebagai dasar melakukan pekerjaan.
Untuk itu, generasi muda membutuhkan penguasaan teknologi (TIK) yang
cukup, karena banyak sekali aktifitas yang nantinya akan sangat
tergantung pada TIK.
Harus disadari pula, bahwa saat ini
penguasaan TIK para tenaga kerja di Indonesia masih kalah jauh
dibandingkan dengan negara lain, misalnya Korea, Jepang, India, dan
negara asia lainnya untuk itu ketrampilan dan penguasaan TIK perlu
dipupuk sejak dini sehingga akan lebih mudah dikembangkan nantinya.
Terutama bagi mereka yang berada di daerah pelosok yang bisa dikatakan
" daerah tertinggal", masih perlu perhatian khusus agar Teknologi dan
informasi bisa berkembang dan dinikmati oleh mereka. Melalui penerapan
mata pelajaran TIK di sekolah, setidaknya masyarakat di pelosok yang
masih belum mempunyai komputer di rumah, mereka bisa melakukan atau
memakai fasilitas di sekolah. Kita harus akui, bahwa lulusan sekolah SD
dan SMP banyak yang belum menguasai TIK. Akibatnya ketika mereka putus
sekolah atau tidak melanjutkan sekolah, mereka tidak memiliki
keterampilan di bidang TIK.
Selain beberapa manfaat TIK dan
ketergantungan kehidupan manusia terhadap TIK saat ini, kita tetap
perlu waspada akan efek negatif yang mungkin akan ditimbulkannya baik
dari segi moral ataupun yang lain. Hal itulah yang perlu dilakukan
kontrol baik oleh guru ataupun orang tua. Mengingat manfaat yang sangat
besar atas mata pelajaran TIK di sekolah untuk pembentukan generasi muda
yang lebih berkualitas dimasa mendatang, maka menggugah hati penulis
untuk melakukan pengamatan dan memaparkan akan dampak penghapusan mata
pelajaran TIK di sekolah ini. Dengan karya tulis ini diharapkan pembaca
dapat memahami tentang pentingnya pelajaran TIK untuk bekal masa depan.
Teknologi
informasi dan komunikasi merupakan elemen penting dalam kehidupan
berbangsa dan bernegara. Peranan teknologi informasi pada aktivitas
manusia pada saat ini memang begitu besar. Teknologi informasi telah
menjadi fasilitas utama bagi kegiatan berbagai sektor kehidupan dimana
memberikan andil besar terhadap perubahan-perubahan yang mendasar pada
struktur operasi dan manajemen organisasi, pendidikan, transportasi,
kesehatan dan penelitian.
Oleh karena itu sangatlah penting
peningkatan kemampuan sumber daya manusia (SDM) TIK, mulai dari
keterampilan dan pengetahuan, perencanaan, pengoperasian, perawatan dan
pengawasan, serta peningkatan kemampuan TIK para pimpinan di lembaga
pemerintahan, pendidikan, perusahan, UKM (Usaha Kecil Menengah) dan LSM.
Sehingga pada akhirnya akan dihasilkan output yang sangat bermanfaat
baik bagi manusia sebagai individu itu sendiri maupun bagi semua sektor
kehidupan.
Dari uraian panjang di atas terdapat beberapa hal yang dapat diambil sebagai kesimpulan penting, diantaranya adalah:
TIK dalam dunia pendidikan sangat diperlukan untuk memperlancar proses pembelajaran di kelas.
Dengan
diterapkannya TIK di dunia pendidikan khususnya di tingkat Sekolah
Dasar dapat melatih siswa menjadi lebih aktif dan kreatif serta mandiri.
TIK
tidak hanya dapat dikuasai seorang guru yang mengajar bidang studi TIK
saja, tetapi semua guru dapat memanfaatkannya meskipun tetap dengan
pengawasan guru TIK sebagai penanggungjawab.
Dengan memanfaatkan
TIK dalam pembelajaran di kelas memunculkan efek positif seperti
kegiatan belajar mengajar dapat berjalan dengan efektif dan efisien
sehingga beban kinerja guru di dalam kelas dapat terkurangi.
Dengan adanya TIK, siswa dapat mencari hal atau sesuatu yang baru yang tidak ada di dalam buku pegangan.
Beberapa hambatan dan halangan diterapkannya TIK dalam dunia pendidikan khususnya di tingkat Sekolah Dasar ialah :
Dari segi biaya, TIK memerlukan dana yang cukup banyak untuk melengkapi dan diterapkannya di dalam pembelajaran.
Kurang
meratanya subsidi dan dukungan Pemerintah dalam upayanya mengembangkan
TIK di dunia pendidikan, baik dalam segi kurikulum yang masih dipandang
sebagai kegiatan ekstra atau sekedar pelengkap maupun dari segi
pemenuhan sarananya.
TIK masih dianggap pelajaran mahal, dan
tidak perlu menjadi mata pelajaran tersendiri walaupun mereka mengakui
bahwa TIK itu penting.
Peranan Teknologi Informasi dan Komunikasi
Tidak
dapat dipungkiri bahwa perkembangan teknologi informasi sangat
mempengaruhi teknologi komunikasi. Teknologi informasi dan komunikasi
seakan-akan tidak dapat dipisahkan, sehingga lahirlah istilah TIK
(Teknologi Informasi dan Komunikasi) yang sangat populer sekarang ini.
Di luar negeri namanya Information Communication and Technology (ICT)
Perpaduan keduanya semakin berkembang cepat dengan adanya media
Internet. Teknologi internet telah merubah cara orang berkomunikasi.
Juga semakin senangnya orang di dunia berkomunikasi secara online.
Email,
merupakan kunci utama perubahan cara berkomunikasi. Dengan hanya
mempunyai satu alamat email, kita dapat mengikuti berbagai model
komunikasi yang ada di Internet. Beberapa model komunikasi itu,
diantaranya :
Forum
Milis/Group
Situs jejaring sosial
Blog
Situs sharing file
E-learning menggunakan teleconference
Peningkatan
kualitas hidup semakin menuntut manusia untuk melakukan berbagai
aktifitas yang dibutuhkan dengan mengoptimalkan sumber daya yang
dimilikinya. Teknologi informasi dan komunikasi yang perkembangannya
begitu cepat secara tidak langsung mengharuskan manusia untuk
menggunakannya dalam segala aktivitas.
Beberapa penerapan dari
teknologi informasi dan komunikasi antara lain dalam perusahaan, dunia
bisnis, sector perbankan, pendidikan, dan kesehatan adalah sbb: 1.Penerapan Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam Perusahaan
Penerapan
teknologi informasi dan komunikasi banyak digunakan para usahawan.
Kebutuhan efisiensi waktu dan biaya menyebabkan setiap pelaku usaha
merasa perlu menerapkan teknologi informasi dalam lingkungan kerja.
Penerapan teknologi informasi dan komunikasi menyebabkan perubahan pada
kebiasaan kerja. Misalnya penerapan Enterprise Resource Planning (ERP).
ERP adalah salah satu aplikasi perangkat lunak yang mencakup system
manajemen dalam perusahaan, cara lama kebanyakan. 2. Penerapan Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam Dunia Bisnis
Dalam
dunia bisnis teknologi informasi dan komunikasi dimanfaatkan untuk
perdagangan secara ektronik atau dikenal sebagai E-Commerce. E-Commerce
adalah perdagangan menggunakan jaringan komunikasi internet. 3. Penerapan Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam Perbankan
Dalam
dunia perbankan teknologi informasi dan komunikasi adalah diterapkannya
transaksi perbankan lewat internet atau dikenal dengan internet
Banking. Beberapa transaksi yang dapat dilakukan melalui internet
banking antara lain transfer uang, pengecekan saldo, pemindahbukuan,
pembayaran tagihan, dan informasi rekening. 4. Penerapan Teknologi Informasi Dan Komunikasi Dalam Pendidikan.
Teknologi
pembelajaran terus mengalami perkembangan seiring perkembangan zaman.
Dalam pelaksanaan pembelajaran sehari-hari sering dijumpai kombinasi
teknologi audio/data, video/data, audio/video, dan internet. Internet
merupakan alat komunikasi yang murah dimana memungkinkan terjadinya
interaksi antara dua orang atau lebih. Kemampuan dan karakteristik
internet memungkinkan terjadinya proses belajar mengajar jarak jauh
(E-Learning) menjadi lebih efektif dan efisien sehingga dapat diperoleh
hasil yang lebih baik. 5. Penerapan Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam Kesehatan.
System
berbasis kartu cerdas (Smart Card) dapat digunakan juru medis untuk
mengetahui riwayat penyakit pasien yang data ke rumah sakit karena dalam
kartu tersebut para juru medis dapat mengetahui riwayat penyakit
pasien. Digunakannya robot untuk membantu proses operasi pembedahan
serta penggunaan computer hasil pencitraan tiga dimensi untuk
menunjukkan letak tumor dalam tubuh pasien.
Boleh diakui
masyarakat masa kini tidak bisa lepas dari internet. Internet bisa
menguntungkan namun terkadang bisa juga merugikan. Empat puluh tahun
sejak ditemukan internet terus berevolusi.
Selain mendapat
keunggulan lebih cepat, lama penyimpanannya dan luas sebarannya tidak
dapat dipungkiri juga terdapat kelemahan dari perkembangan teknologi
informasi dan komunikasi, diantaranya lemah dari sisi keamanan,
kelemahan terbesar internet saat ini adalah kurang mapannya teknik
manajemen jaringan. Itu sebabnya, salah satu lembaga bernama National
Science Foundation berambisi dalam membuat perangkat manajemen jaringan
terbaru. Dengan perangkat ini system reboot, pengumpulan data dan tugas
lainnya bisa dilakukan secara otomatis.
Perkembangan TIK di Indonesia dan di dunia
Di
Indonesia yang sebagai negara berkembang dimana ketersediaan
infrastruktur komunikasi yang masih minim mengakibatkan kesempatan
setiap orang untuk mendapatkan informasi dan pengetahuan menjadi
terbatas. Ketersediaan infrastruktur ini sangat terasa di
daerah-daerah yang proses memperoleh informasinya masih terbatas. Hal
ini dikarenakan di Indonesia penyebaran teknologi informasi dan
komunikasi belum merata, sekarang ini hanya di kota-kota besar yang
sudah menikmati dan memanfaatkan fasilitas yang tersedia.
Dengan
demikian perkembangan pendidikan pun menjadi terhambat dan juga tidak
merata. Salah satu wadah yang dirasa paling berperan dalam dunia
teknologi informasi dan komunikasi di Indonesia saat ini adalah
internet. Di Indonesia terutama yang berada di kota-kota besar sudah
banyak masyarakat yang mempunyai akses internet , sehingga pemanfaatan
internet sebagai salah satu media pembelajaran dan pencarian informasi
dan pengetahuan dapat lebih maksimal walaupun akses internet di
Indonesia belum sepenuhnya dapat dirasakan semua orang.
Pemerintah
diharapkan dapat membantu daerah-daerah yang penyampaian proses
informasinya masih minim dan tidak hanya fokus pada daerah atau
kota-kota besar saja seperti yang terjadi pada saat sekarang ini, karena
pada kenyataannya peran daerah dalam mendukung perkembangan teknologi
informasi dan perkembangan pendidikan di Indonesia sangatlah penting.
Dengan
belum meratanya penyebaran teknologi informasi akan berpengaruh
terhadap proses perkembangan pendidikan juga. Hal ini dikarenakan peran
teknologi informasi di dunia pendidikan sangatlah penting. Dengan adanya
teknologi informasi segala macam ilmu pengetahuan dan informasi dapat
diterima dan didapatkan dengan mudah dan cepat. Dalam kehidupan kita
dimasa mendatang, sektor teknologi informasi dan komunikasi merupakan
sektor yang paling dominan.
Sebagai salah satu negara
pembanding, kita sebut Korea Selatan, sejak pendidikan komputer pertama
kali diperkenalkan pada tahun 1970, pemerintah Korea telah membentuk
suatu usaha penyesuaian pendidikan dengan perkembangan waktu. Memberikan
perubahan aliran-aliran sosial, sejalan dengan pemahaman baru bahwa
pendidikan dan budaya berlangsung sesuai perkembangan sosial dan
persaingan global. Begitu juga dengan India yang kurikulum TIK nya
berkembang pesat sehingga India menghasilkan banyak tenaga ahli di
bidang TIK.
Penyesuaian pendidikan sesuai dengan perkembangan
waktu diserahkan untuk mengubah seluruh sistem pendidikan yaitu,
infrastruktur fisik, keterlibatan dalam berorganisasi, suasana ruang
kelas dan pemikiran manusia. Pembagian sumber penghasilan manusia
berdasarkan pada pendidikan sosial meliputi: keterampilan berfikir
kreatif, Pembentukan diri pada pendidikan seumur hidup, efektivitas
menganalisis informasi, cara dalam memecahkan masalah dan efektivitas
dan responsibilitas dalam memecahkan suatu masalah.
Berdasarkan
hasil penelitian 2006 tentang Program Penilaian Pelajar Internasional
dari OECD, Korea Selatan menempati urutan pertama dalam pemecahan
masalah, urutan ketiga dalam matematika dan urutan kesebelas pada bidang
sains. Teknologi pada pendidikan di Korea juga dikembangkan hingga ke
seluruh daratan Korea dengan membuat jaringan akses internet
berkecepatan tinggi di sekolah dasar dan lanjutan. Pemerintah Korea
melalui Kementerian Pendidikan juga memberikan beasiswa bagi siswa-siswi
yang berasal dari luar Korea hingga mencapai 100.000 siswa pertahun.
Dari
uraian di atas, terlihat gambaran betapa pentingnya pengetahuan tentang
TIK di sekolah. Saat ini Indonesia sudah tertinggal cukup jauh dengan
negara tetangga di bidang pendidikan, sehingga diharapkan dengan
diterapkannya pelajaran TIK di sekolah akan menunjang perbaikan bidang
pendidikan dan mengejar ketertinggalan dengan negara lain. Hasil
penelitian dari bank dunia 2016, Indonesia tertinggal 50 tahun dari
negara lainnya di dunia, terutama dalam bidang pendidikan. TIK menjadi
solusi dalam mengejar ketertinggalan itu. Keuntungan dan kekurangan TIK sebagai Mata Pelajaran di Sekolah
Kemajuan
yang dicapai dalam bidang teknologi informasi dan komunikasi (TIK)
merupakan sesuatu yang patut di apresiasi, karena dengan kemajuan
tersebut akan memudahkan manusia dalam mengerjakan tugas dan pekerjaan
yang harus dikerjakannya. Namun, tidak semua kemajuan yang telah
dicapai membawa dampak positif, tentunya hal itu menimbulkan beberapa
dampak negatif yang ditimbulkannya.
Adapun Manfaat dari mempelajari Teknologi Informasi dan Komunikasi yaitu sebagai berikut :
Pelajaran
TIK juga mempermudah siswa dalam mengenal internet dan memafaatkannya
untuk berkomunikasi dengan teman, keluarga, maupun saudara yang jauh
menggunakan jejaring sosial.
Dengan adanya pelajaran TIK siswa
dapat dengan mudah menggunakan komputer untuk mengerjakan tugas yang
berhubungan dengan pengolahan angka, pengolahan kata, presentasi, dll
Memotivasi kemampuan kita agar bisa beradaptasi dan mengantisipasi perkembangan TIK.
Siswa
mempunyai pengetahuan yang luas tentang dunia luar serta informasi dari
berbagai belahan dunia secara cepat mudah dan murah melalui internet.
Pelajaran
TIK menjadi bekal bagi siswa dalam menempuh masa depan yang semakin
deras dengan arus globalisasi dan perkembangan tekhnologi yang semakin
canggih.
Selain keuntungan di atas, ada kekurangan penerapan pelajaran TIK di sekolah :
Kemajuan
TIK bisa mempermudah terjadinya pelanggaran Hak kekayaan intelektual
(HAKI), karena mudahnya akses data menyebabkan orang yang bersifat
plagiatis akan melakukan kecurangan.
Seseorang Kejahatan
internet bisa terjadi jika penggunaannya tidak tepat misalnya manipulasi
data, ulah cracker ataupun penggunanaan software yang tidak legal.
Pesatnya
alat-alat berbasis Tekonologi dan informasi seperti TV, internet dengan
mudah menayangkan tindakan pornografi, perjudian tayangan ataupun
kekerasan.
Belum meratanya peralatan computer dll, sehingga
penerapan pelajaran TIK masih belum merata dan terhalang oleh masalah
infrastruktur.
Beberapa kekurangan di atas perlu diberikan
antisipasi agar kekurangan ini tidak menimbulkan efek negative yang
lebih jauh lagi. Sehingga pemerintah, guru dan orang tua perlu mengambil
peran masing-masing dalam mengurangi dampak negatif yang ditimbulkan
tersebut.
Sebab penghapusan mata pelajaran TIK di sekolah
Penghapusan
Mata Pelajaran TIK pada kurikulum 2013 menimbulkan Pro dan Kontra di
masyarakat. Hal ini juga menjadi bahasan di berbagai forum diskusi ,
karena banyak diantara masyarakat yang setuju, namun banyak juga yang
tidak setuju. Salah salah satu forum diskusi menyebutkan bahwa alasan
dan sebab penghapusan mata pelajaran TIK adalah ;"TIK bukan untuk di pelajari, tetapi TIK di gunakan untuk membantu mempelajari mata pelajaran yang lain."
Sekilas jawaban ini diplomatis yang cerdas. Memang pada saat ini semua
mata pelajaran bisa di dapat melalui media TIK. Sedangkan, untuk
menggunakan alat alat yang berhubungan dengan TIK kita juga harus dapat
menguasai.
Di sisi lain, saat ini semua badan pemerintah dan
pendidikan dari segala jenjang di harapkan sudah bisa berubah dari
sistem manual menjadi sistem komputerisasi di semua aspek sekolah, mulai
dari sistem PSB harus online, dalam kegiatan belajar mengajar bisa
dimana saja dan dalam kondisi apa saja dengan memanfaatkan media online,
sampai semua aktifitas kegiatan siswa dan guru harus tercantum secara
online.
Melihat rancangan pendidikan pemerintah ke depan serba
menggunakan teknologi informasi dan komunikasi (TIK), rasanya begitu
ironis mata pelajaran TIK dihapus dari kurikulum sekolah.
Berikut
ini adalah beberapa alasan yang mengapa TIK dihapus dari Kurikulum 2013
ketika dialog antara Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Wakil
Menteri bidang Pendidikan dan Perwakilan PUSKUR (Pusat Kurikulum dan
Perbukuan) pengapusan pelajaran TIK di sekolah :
Anggapan bahwa anak TK dan SD sudah bisa menggunakan internet.
TIK bisa integratif (terintegrasi) dengan mata pelajaran lain.
Pembelajaran
sudah seharusnya berbasis TIK (alat bantu guru dalam mengajar), bukan
TIK sebagai Mata Pelajaran khusus yang harus diajarkan.
Jika TIK
masuk struktur kurikulum nasional maka pemerintah berkewajiban
menyediakan Laboratorium Komputer tetapi pemerintah tidak sanggup untuk
mengadakannya,
Banyak sekolah yang belum teraliri listrik, jadi TIK tidak akan bisa diajarkan juga disekolah.
Sebenarnya
pemerintah perlu memahami bahwa pelajaran TIK lebih bisa dikemas agar
mata pelajaran tersebut bisa menumbuhkan kreativitas pada anak, dengan
memilih materi yang tidak hanya mempelajari TIK sebagai
pelaksana/operator computer saja, namun diplih materi yang lebih untuk
membangkitkan gairah kreativitas siswa, misalnya belajar tentang
applikasi pembuatan film animasi, programmer sederhana ataupun
pengetahuan aplikasi dan kreatif yang lainnya dengan menggunakan
komputer. Sehingga mata pelajaran ini akan sangat menarik, bermanfaat
nantinya dan bisa menjadi bekal siswa, untuk berkompetisi dan lebih
kreatif dimasa mendatang. Dampak penghapusan pelajaran TIK di sekolah
Sungguh
sangat disayangkan jika mata pelajaran TIK dihilangkan dalam kurikulum
sekolah. Padahal, TIK sangatlah bermanfaat untuk kita di jaman yang akan
datang maupun sekarang. Dengan mempelajari TIK kita juga dapat
mengetahui berbagai perkembangan jaman NOW. Dan kita juga dapat lebih
mengenal dunia luar,juga dapat membantu banyak hal. Oleh karena itu,bila
kita ingin menjadi orang yang lebih berkembang, maka cobalah
mempelajari TIK untuk diri sendiri dan untuk orang lain. TIK sebagai
ilmu sangat berbeda dengan TIK sebagai alat bantu. Kebijakan kemdikbud
dalam kurikulum 2013 tentu sangat disayangkan sekali. Dampaknya sangat
terasa sekali, mengingat Indonesia adalah negara kepulauan. TIK
menyatukan sekolah-sekolah di Indonesia.
Beberapa dampak yang ditimbulkan oleh Penghapusan Mata Pelajaran TIK di sekolah adalah :
Siswa Indonesia akan sangat tertinggal di bidang TIK dibandingkan dengan siswa dari negara lain.
Pemerataan penyebaran ilmu pengetahuan untuk daerah pelosok akan lebih terhambat
Keterampilan
penggunaan komputer akan berkurang (terutama bagi siswa di daerah
terpencil yang tidak memiliki komputer di rumahnya)
Pengetahuan tentang akses informasi dan data pendukung mata pelajaran lebih berkurang .
Daya kreativitas siswa di bidang computer tidak tergali dengan baik.
Adanya guru TIK yang mengganggur atau dialihkan untuk mengajar mata pelajaran lain, yang akibatnya hasilnya kurang maksimal.
Dasar-dasar penguasan TIK siswa lemah, bila ingin melanjutkan ke SMK akan membuat guru SMK kembali memberikan dasar-dasar TIK
Guru TIK banyak yang dipindahkan ke birokrasi dan mengajar mata pelajaran prakarya yang tidak jelas kajian akademiknya.
Siswa
diminta belajar TIK secara mandiri yang berakibat mereka hanya tahu TIK
sebatas bermain games dan nonton youtube serta menjadi liar di media
sosial karena kurangnya guru pemandu di bidang TIK
TIK hanya
dianggap sebagai alat bantu saja dan tidak diajari sebagai ilmu yang
terus berkembang, padahal peran TIK sangat diperlukan dalam pembelajaran
abad ke 21.
Itulah dampak-dampak dari dihapusnya pelajaran TIK di sekolah.
Dari
beberapa dampak penghapusan mata pelajaran TIK di sekolah tersebut,
hendaknya pemerintah mengevaluasi kembali kebijakan penghapusan mata
pelajaran TIK di sekolah dan memberikan solusi terbaik buat siswa dan
para guru TIK. Kemdikbud harus ingat pesan presiden Jokowi dalam rembuk
nasional pendidikan di awal tahun 2017